Puisi tentang kehidupan, Teduh

By admin, June 26, 2020

Puisi ini tentang kehidupan yang dijalani oleh setiap orang dengan segala profesi dan pekerjaannya yang begitu banyak. Puisi adalah ungkapan perasaan, kisah kehidupan yang pernah dialami dan dijalani, tentang suatu hal yang bersifat sedih, senang, susah, gembira, takut. Puisi adalah ekspresi diri manusia.

Puisi Teduh

Teduh, karya Andri S.

Hari berganti dan terus berulang setiap saat,
Tiada sempat perasa ini menyentuh dinginnya laut pagi hari,
Setiap pagi berbalutkan baju batik rapi,
Berkilaunya sepatu hitam yang melekat dikedua kaki,
Tak lelah bahu ini menggendong tas polo coklat,
Yang ku beli dari toko utara jalan area pasar,

Setiap pagi memutar gas motor dengan hati-hati,
Melewati jalanan berbatu,
Jalanan beraspal yang mulai rusak dan telah menua,
Namun tak masalah bagiku,
Setiap perjalanan selalu terhimpit oleh hijaunya daun,
Ramainya orang bercocok tanam di sawah,

Melihat mereka yang kuat dan tangguh,
Walau usia sudah mulai menua dan terlihat rapuh,
Tapi jangan lihat luarnya saja,
Lihatlah kenyataannya,
Mereka mampu mencangkul tanah yang kering,
Menggendong padi yang sudah dipanen,

Begitu tekunnya mereka,
Begitu sabarnya mereka,
Namun apakah aku seperti mereka?

Tidak,
Aku belum sekuat mereka,
Aku belum setangguh mereka,
Sering kali mengeluh karena keadaan,
Kecilnya upah yang ku dapat terkadang membuatku merasa tak berguna,

Karena aku pun belum sama seperti kalangan atas yang selalu utuh gajinya,
Tapi ini memang yang sudah aku pilih dan aku jalani,
Kecilnya sekarang tidak jadi masalah,
Karena terhapus oleh canda dan tawa mereka yang polos,
Yang masih suka berlari kejar-kejaran,

Masih ngompol didalam kelas tanpa kata,
Menangis dan mengadu kepadaku,
“Pak, dia nakal padaku”
Lucunya perkataan itu dengan memegang erat tanganku,
Tidak apa-apa, Nak
Sudah ya jangan menangis lagi, ayo main lagi sama temannya,

Mudah sekali untuk membujuknya,
Itulah kebahagiaanku di pagi hingga siang hari,
Begitu teduh,

“Walau hasilmu sedikit, tapi ingat semua akan menjadi banyak disaat kamu bersabar dan mau menjalani dengan tulus ikhlas”

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *