Penjelasan Bapak Kepala Desa yang Sudah Sukses Meraup 70-90 Juta Sekali Panen Tembakau

By admin, June 22, 2020

SUMBERAGUNG, SEKILASCERITA.COM – Bapak Sukawi adalah Kepala Desa Sumberagung, Jaken-Pati. Beliau pemilik lahan tembakau di Desa Sumberagung yang dikelola oleh Bapak Rebin.
Bapak Sukawi dulu adalah petani tebu dan padi, namun sekarang beliau membuka lahan untuk menanam tembakau.

Awal mula menanam Tembakau dengan hasil 70-90 Juta

Awal mula untuk mencapai kemitraan dengan PT SADANA sangat berat, karena beliau haru melalui beberapa tahapan.
Pertama, untuk diakui oleh PT SADANA harus mempunyai kelompok paling tidak untuk satu Kecamatan minimal mempunyai lahan seluas 250 hektar agar bisa menjadi mitra PT SADANA.

Langakah pertama yang dilakukan bapak Sukawi adalah membuat proposal dan diterima oleh Dinas Kecamatan Jaken, sebelum itu bapak Sukawi berbincang-bincang dengan pak Wiwik sebagai Koordinator PPL Kecamatan Jaken. Langkah itu ditempuh karena bapak Sukawi ada keluhan. Awalnya bapak Sukawi menanam tebu tapi beliau ingin merubahnya menjadi tanaman tembakau, dikarenakan beliau berfikir bahwa Desa Sumberagung adalah desa yang berdekatan dengan Desa Kedungtulup, Sumber-Rembang, bahwa bapak Sukawi mendengar kalau tembakau perhektar itu normalnya mencapai 70-90 juta untuk 1 hektar tanah.

Dengan alasan itulah beliau kemudian masuk dan bergabung menjadi mitra PT SADANA. Beliau mengumpulkan warga dan membentuk Kelompok Tani.
Desa Sumberagung pertama tanam pada tahun 2019 mencapai 43 Ha. Tahun 2019, tembakau yang ditanam bapak Sukawi jenisnya “GILANG” dan sekarang 2020 jenisnya “MAREM”, hasilnyapun berbeda. Tembakau jenis “MAREM” ini lebih bagus.

Perjuangan awal yang dilalui bapak Sukawi dan warganya memang berat, mereka harus mengikuti alurnya dahulu. Namun usaha bapak Sukawi membuahkan hasil, beliau mencoba berbincang dengan Manager PT SADANA agar tembakau yang ditanam sama dengan Rembang yaitu jenis “MAREM” dan akhirnya disetujui.

Wargapun sangat antusias dan senang dengan tembakau “MAREM” ini, apalagi 1 Ha dapat menghasilkan 70-90 juta. Apabila dibandingkan dengan tebu sangat jauh hasil yang didapat.
Bapak Sukawi sendiri pada tahun 2019 mengajukan 3 Ha dan tahun 2020 ini beliau mengajukan 5 Ha, anak beliau yang dua juga mengajukan masing-masing 1 Ha, jadi ada 7 Ha yang diajukan.

Dengan inspirasi dari bapak Sukawi tersebut warga Desa Sumberagungpun sangat antusias. Hasilnya tahun 2020 ini ada 100 Ha untuk Desa Sumberagung sendiri, padahal tahun 2019 kemarin hanya 43 Ha. Jadi kecamatan jaken yang keseluruhan lahannya 250 Ha untuk tembakau, 100 Ha ada di Desa Sumberagung.

Bapak Sukawipun juga ikut memberikan subsidi kepada warga berupa mesin rajang tembakau dan tektek untuk menjemur tembakau yang sudah dirajang.

Pesan dari bapak Sukawi untuk warga

“Mari kita mumpung ada kesempatan baik, kita bersama-sama meningkatkan perekonomian dengan cara menanam tembakau bersama-sama dan bekerja sama dengan PT SADANA. Alhamdulillah, insya Allah nanti bisa‚Ķ Hasilnya bisa kita rasakan sendiri”, pesan Bapak Sukawi.

Penulis : Andri S.
Editor : M.Jalil Utama
Sumber : https://youtu.be/t6q9BcWxmqg

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *